Update Kedhidupan Part 2
Setelah lebih dari lima tahun bekerja di satu perusahaan, per 6 Januari saya akhirnya memberanikan diri mengajukan resign, dan per 6 Februari kemarin saya resmi berhenti bekerja.
Tapi ya, saya bukanlah pemberani yang pergi keluar tanpa rencana. Alhamdulillah, saat ini sudah mendapatkan pekerjaan kembali. Tulisan ini ingin berbagi sedikit mengenai perjalanan mendapatkan pekerjaan di periode yang begitu berat.
Keinginan untuk pindah
Sudah dari pertengahan tahun sebenarnya ada rasa ingin pindah pekerjaan ke yang dirasa secara hitungan ekonomi atau waktu bisa lebih baik, dan di periode ini saya mengirimkan banyak sekali lamaran pekerjaan. Harapannya, dengan mengirimkan sebanyak mungkin, menaikkan persentasi dipanggil interview.
Pada saat itu ada tiga platform yang saya jadikan tempat mencari pekerjaan: platform lowongan pekerjaan, LinkedIn, dan sosial media.
Mengirimkan banyak lamaran di periode yang sedang berat ini ternyata cukup menguras mental. Mendapatkan balasan bahwa saya ditolak berkali-kali tidak baik untuk kesehatan mental, menurunkan percaya diri, dan berujung gelisah.
Pasrah
Hari-hari menggebu-gebu mencari pekerjaan sudah lewat, sudah mulai pada tahap pasrah dan ikhlas sajalah. Namun di suatu hari (yang jujur saya sendiri tidak mengingat tepatnya kapan), di LRT saya mencoba apply via “easy apply” LinkedIn, dan dari sana ada tawaran interview, technical test, dan per 9 Februari besok akhirnya diterima di tempat baru.
Ya, semoga bisa awet juga di tempat baru ini. Awal 2026 kantor baru, masih ada satu lagi yang ingin dicapai tahun 2026, yaitu kuliah lagi, tapi bertahap saja.